| SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI KEJAKSAAN NEGERI MUSI BANYUASIN | ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN NEGERI MUSI BANYUASIN APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.
Thursday , 28 May 2020
Breaking News

Anuar Tewas Akibat Luka Tikaman

Peristiwa pembunuhan menggemparkan kota Sekayu,Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Korban bernama Anuar (42), PNS di Bappeda Pemkab Muba.

Peristiwa pembunuhan terjadi Rabu malam (1/2/2012) sekitar pukul 23.30, di halaman Gedung DPRD Muba. Diduga pemicunya hanya masalah air bersih.

Informasi yang didapat Sripoku.com, Anuar tewas setelah dilarikan ke RSUD Sekayu, akibat luka tikaman yang dideritanya. Pelakunya diduga Efri, oknum security DPRD Muba.

Efri juga melukai anak korban bernama David (20), honorer di Dinas Perkebunan yang kini kritis di RSUD Sekayu. Ef juga mengalami luka serius dan sama-sama dilarikan ke RSUD Sekayu.

Peristiwa pembunuhan itu hanya gara-gara persoalan air. Saat itu Efri yang berprofesi security di Gedung DPRD Muba dan memang tinggal di sana, bermaksud akan mencuci pakaian.

Tapi tiba-tiba air leding dari kran tidak keluar. Diduga penyebabnya karena ditutup oleh korban.

Anuar sendiri juga tinggal di Kantin DPRD Muba. Buntut kejadian itu keduanya terlibat keributan perang mulut, bahkan informasinya Anuar sempat mengeluarkan senjata (Shoft Gun) dengan mengarahkan ke bagian kening Efri.

Merasa tidak terima, Efri melakukan perlawanan dengan mengeluarkan senjata jenis sangkur. Maka baku hantam antar keduanya tidak terelakan.

Anuar dengan senjata shoft gun dan Efri dengan sangkur. Efri kemudian menusukan sangkurnya ke arah perut Anuar sedangkan Anuar menembakan senjata ke arah kepala Efri.

Melihat bapaknya kena tusuk, David mencoba membantu sambil membawa sebilah parang untuk membela orangtuanya.

David mengarahkan parangnya tapi ditangkis pakai tangan oleh Efri. Tidak lama Efri ada kesempatan menusukan sangkurnya ke David.

Terjadilah perkelahian dua lawan satu. Meski perkelahian tidak seimbang namun Efri mampu melakukan perlawanan. Buktinya korban Anuar bersimbah darah setelah menerima tikaman dari Efri.

Anuar menderita luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan dan luka pada bagian tangan sebelah kanan.

Tusukan di dada sebelah kanan inilah yang membuat Anuar roboh dan dilarikan ke RSUD Sekayu untuk dilakukan pertolongan, namun baru sekitar satu jam dirawat, korban mengembuskan napas terakhirnya.

Sementara David yang berupaya membela orangtuanya, tidak bisa berbuat banyak meski dirinya membawa sebilah parang. Ia juga harus menderita luka di dada bagian kanan.

Sedangkan Efri menderita luka di bagian kepala belakang sebelah kiri akibat sabetan parang David.

Comments are closed.